Siapa sekarang yang ga kenal sama blackberry sama iphone? Dua gadget telekomunikasi yang hi-tech itu sekarang sudah banyak ditemui di jalan raya, digadang2 sama yang punya, segala umur, dan juga segala gender. Yang pasti, dua gadget itu jadi sebuah hype yang bikin banyak orang pun ingin untuk membeli dan memakainya.
2 gadget yang jadi tren belakangan ini, dulunya – pendahulunya adalah telepon genggam yang bentuknya gede2 dan ga terlalu hi-tech. Cukup bisa nelepon dan nerima telepon, telepon genggam pun jadi barang yang mahal buat sebagian besar orang. apalagi, ditambah ukurannya yang cukup masif plus beratnya yang bisa buat ngebikin orang pingsan, bikin telepon genggam ga terlalu banyak yang punya. Tapi, perkembangan teknologi dan juga jaman, bikin telepon genggam jadi lebih hi-tech.
SMS adalah teknologi pertama yang masuk ke dalam telepon genggam. Dengan fungsi ini, orang bisa kirim pesan via telepon genggam ke orang lainnya. Dan, setelah dikembangkan lagi, SMS pun meningkat menjadi layanan MMS – multimedia, yang bisa menggabungkan antara gambar, suara, dan teks.
Selepas dari kemampuan MMS, beberapa telepon genggam pun jadi lebih hi-tech dengan hadirnya kemampuan aplikasi kamera resolusi kecil pada gadget itu. Dan, setiap merk pun berlomba-lomba untuk memberikan layanan yang menarik bagi para penggunanya.
Apa impak terbesar dari gadget yang semakin hi-tech tersebut? Tak lain, kini lebih banyak orang rela untuk ‘bermain’ dengan gadget tersebut, dibandingkan melakukan aktivitas lainnya seperti membaca buku, membaca koran, dan lain-lain. Apalagi kini teknologi mobile sudah memungkinkan untuk terhubung dengan internet melalui telepon genggam atau telepon seluler (ponsel) yang juga membuat paradigma pun berubah.
Ponsel kini selain juga berteknologi tinggi, juga memanjakan setiap penggunanya karena bisa ditambah dan dikurangi isi aplikasinya. Blackberry dan juga iphone menyadari hal itu sehingga banyak sekali operator Indonesia yang ‘membawa’ mereka kemari. Dan, masyarakat pun kini banyak yang memilikinya.
Dengan semakin banyaknya pengguna gadget tersebut, sudah barang tentu masyarakat pun kini berubah menjadi generasi jempol. Kenapa? Karena jempol mereka lebih aktif untuk melakukan banyak kegiatan bersama ponsel tersebut dibanding menggunakan seluruh jari dengan kegiatan yang lebih produktif.
Billy Koesoemadinata
Blogger | Writer | Traveller